Tampilkan postingan dengan label JARINGAN KOMPUTER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JARINGAN KOMPUTER. Tampilkan semua postingan

Format Header ICMP

Operasi pada protokol IP dapat dibuat bermacam macam tergantung dengan penggunaanberbagai parameter yang terdapat pada header IP. Kebanyakan dari parameter ini dapat ditangani oleh Windows NT TCP/IP. Format header ICMP :

Header IP berisi field-field berikut ini:
  1. Version (4 bit). Menunjukkan format dari internet header. Versi saat ini sebagaimana dijelaskan pada RFC 791 adalah versi 4.
  2. Internet header length (IHL: 4 bit). Menjelaskan panjang dari header menggunakan 32-bit word. Ukuran minimum header yang diijinkan adalah 5 word.
  3. Type of service / jenis servis (8 bit). Data pada field ini menunjukkan kualitas layanan yang diinginkan.
  4. Total Length/panjang keseluruhan (16 bit). Panjang keseluruhan ICMP dalam oktet, termasuk header dan data IP. Field ini memungkinkan datagram berisi sampai 66535 oktet. Standar yang ada menganjurkan tiap host bersiap siap untuk menerima datagram dengan panjang paling tidak 576 oktet.
  5. Identification (16 bit). Field identifikasi digunakan untuk membantu proses penggabungan kembali pecahan-pecahan dari sebuah datagram.
  6. Flag (3 bit). Field ini berisi tiga control flag.
  7. Bit 0. Dicadangkan , harus 0.
  8. Bit 1 (DF). 0 = bisa dipecah menjadi fragmen; 1 = tidak boleh dipecah
  9. Bit 2 (MF). 0 = fragmen terakhir; 1 = masih ada fragmen lagi.
  10. Bila sebuah datagram dipecah, MF bit untuk tiap fragmen kecuali yang terakhir bernilai 1.
  11. Fragment Offset / posisi fragmen (13 bit). Untuk datagram yang dipecah, menunjukkan posisi fragmen ini dalam datagram.
  12. Time To Live / waktu hidup (8 bit). Menunjukkan waktu maksimum bagi sebuah datagram untuk berada dalam suatu jaringan. Bila field ini memberi nilai 0, datagram akan dibuang. Field ini di modifikasi selama tahap pemrosesan header IP dan umum nya dihitung dalam detik. Namun tiap modul IP yang menangani datagram harus mengurangi Time To Live ini dengan 1. mekanisme ini memastikan bahwa datagram yang tak terkirim suatu saat akan dibuang.
  13. Protokol (8 bit). Protokol lapisan atas yang berhubungan dengan bagian data dari datagram.
  14. Header checksum (16 bit) Sebuah nilai checksum untuk header saja. Nilai ini harus dihitung ulang tiap kali header dimodifikasi.
  15. Source Address (32 bit). Alamat IP dari host yang mengirimkan datagram.
  16. Destination Address (32 bit). Alamat IP dari host yang merupakan tujuan akhir datagram.
  17. Option (0 sampai 11 32-bit word). Dapat berisi 0 atau lebih pilihan.

Internet Control Message Protocol (ICMP)


ICMP merupakan IP yang tidak didesain sebagai protokol yang handal. ICMP hanya bertugas untuk mengirimkan pesan-pesan khusus yang tidak memerlukan keamanan yang tinggi dan pengirimannya dalam bentuk data pada datagram IP. Pesan yang di bawa oleh ICMP antara lain :
  1. Destination Unreachable. Pesan ini menyediakan informasi ketika host, jaringan , port atau protokol tertentu tidak dapat dijangkau.
  2. Time Exceeded. Pesan ini memberitahu pengirim bahwa datagram tidak dapat dikirim karena Time To Live sudah habis.
  3. Parameter Problem. Pesan ini menunjukkan adanya masalah pada parameter dan letak oktet dimana kesalahan terjadi.
  4. Source Quench. Pesan ini dapat dikirimkan oleh router atau host tujuan yang terpaksa harus membuang datagram karena batasan yang ada pada ruang buffer.
  5. Redirect. Pesan ini dikirimkan ke host saat router menerima datagram yang dapat dirouting lebih cepat menggunakan gateway lain. Pesan ini memberi saran kepada host asal mengenai router yang lebih tepat untuk menerima datagram ini.
  6. Echo Request dan Echo Replay Message. Pesan ini saling mempertukarkan data timestamp (penanda waktu pengiriman pesan) antara host.
  7. Information request dan information replay. Pesan ini digunakanagar host dapat mengetahui keadaan jaringan terhubung.
ICMP Router Discovery Message (RFC 1256) adalah perluasan ICMP yang menambahkan kemampuan bagi host untuk menentukan rute ke gateway. Pemberitahuan router (router Advertisement) dikirim secara multicast setiap periode waktu tertentu memberitahukan alamat IP untuk interface ke jaringan. Host memperoleh informasi rute dengan mendengarkan, pemberitahuan ini. Saat sebuah host dihidupkan , host dapat memberikan Router Solication untuk meminta pemberitahuan dengan segera . Teknik ini memberikan informasi mengenai router yang tersedia tetapi tidak dapat memberikan informasi jalur yang terbaik.

MACAM JARINGAN KOMPUTER

Jaringan komputer dapat dikelompokkan berdasarkan luas area yang dapat dijangkau atau dilayani. Secara umum jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN) dan Wide Area Network (WAN). 
A.       LOCAL AREA NETWORK
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya. LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. LAN seringkali menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal.  
Keuntungan Jaringan LAN.
a.       Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
b.       Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
c.       File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
d.      File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
e.       Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
f.       Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.
g.      Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan   E-Mail & Chat.
h.   Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.

B.     METROPOLITAN AREA NETWORK
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana.

Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah ditentukannya standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang diimplementasikan. Standart tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standart IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel unidirectional dimana semua komputer dihubungkan, Setiap bus mempunyai sebuah head–end, perangkat untuk memulai aktivitas transmisi. Lalulintas yang menuju komputer yang berada di sebelah kanan pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri menggunakan bus yang berada di bawah.

C.     WIDE AREA NETWORK
Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi,  mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.
Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga circuit, channel, atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.
  Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiet system, data switching exchange dan sebagainya.
Keuntungan Jaringan WAN.
a.       Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.
b.      Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat.
c.       Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat.
d.  Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan.


Sistem Monitoring VSAT

Monitoring adalah pengumpulan informasi secara terus menerus dan teratur yang akan membantu menjawab pertanyaan mengenai proyek atau kegiatan.Monitoring membantu mengingatkan ketika terjadi sesuatu yang salah dan membantu agar pekerjaan tetap pada jalurnya.Monitoring bertujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari sebuah proyek atau organisasi, dan didasarkan pada sasaran dan rencana kegiatan yang sudah ditentukan. Monitoring memungkinkan kita untuk untuk menentukan apakah sumber daya kita telah mencukupi dan telah digunakan dengan baik dan menjadi dasar yang berguna untuk evaluasi apakah kapasitas kita telah layak dan cukup, apakah kita telah benar-benar melakukan apa yang telah direncanakan.
Sumber:
Dalam hal ini monitoring VSAT berarti memantau keadaan VSAT secara rutin (24 jam) apakah VSAT dalam kondisi normal (UP) atau Down. Sistem monitoring yang di gunakan antara lain:
1.    Netwok Management System (NMS)
Sistem ini digunakan untuk memantau VSAT secara real time dan menunjukan event deskripsi permasalahan pada VSAT. Selain itu NMS ini juga di gunakan untuk mengupdate parameter VSAT sesuai permintaan client.
2.    WhatsUp Gold
Sistem monitotring menggunakan WhatsUp Gold berfungsu untuk memantau up time VSAT dan down time VSAT per hari,minggu dan bulan sesuai dengan parameter yang diatur.
3.    Cacti

Sistem monitoring ini di gunakan untuk memantau jumlah atau kapasitas pemakaian download dan upload perperiode atau kurun waktu tertentu dengan tampilan pada grafik.

Mengirim Dan Menerima Data pada VSAT

Mendapatkan data Internet dari setelit sama dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit. Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh sebuah alat decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decode terlebih dahulu. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga KU-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).
Sistem ini mengadopsi teknologi
TDM dan TDMA.
Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan konektifitas yang baik untuk hubungan data, suara dan fax.
Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT. Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte. Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap sub-frame adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya.
Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak
, Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.

Komunikasi Satelit

Komunikasi sateit merupakan bentuk komunikasi menggunakan satelit sebagai relay atau repeter. Keberadaan satelit ini berada pada ketinggian kurang lebih 36000 Km. Di atas permukaan bumi. Sebuah satelit ditempatkan diorbit bumi dapat meliputi 1/3 permukaan bumi sehingga dengan tiga satelit GEO sudah dapat menjangkau seluruh wilayah di bumi,sebagian daerah kutub. Satelit geostasioner berati satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbuhnya. Letak posisi satelit pada orbit bumi menentukan fungsi dan kegunaan, ini juga menjadi penentu karakteristik dari satelit dan jangkauan daerah yang akan di liput.
a.       Pembagian orbit satelit:
1.      Low Earth Orbit:
Tinggi orbit                 : 200-3000 Km
Periode Orbit              : 1,5 jam
Kecepatan                   : 27 Km/Jam
Delay                           : 10 ms
Waktu Tampak            : < 15 Menit
Jumlah Satelit              : 50 (Global Coverage)
Penggunaan                 : Sateli Cuaca,Mata-Mata
2.      Medium Orbit:
Tinggi orbit                 : 6.000-12.000 Km
Periode Orbit              : 5-12 jam
Kecepatan                   : 19.000 Km/Jam
Delay                           : 80 ms
Waktu Tampak            : 2-4 Jam
Jumlah Satelit              : 10-12 (Global Coverage)
Penggunaan                 : Sateli Cuaca,Mata-Mata
3.      Geostationary Orbit:
Tinggi orbit                 : 36.000 Km
Periode Orbit              : 24 jam
Kecepatan                   : 11.000 Km/Jam
Delay                           : 250 ms
Waktu Tampak            : Selalu Tampak
Jumlah Satelit              : 3 (Global Coverage)
Penggunaan                 : Fixed satelit service
b    
      Klasifikasi frekuensi dari satelit
1.      C-BAND (Bandwidth 500 MHz)
Digunakan secara luas oleh satelit di orbit Geostasioner dengan:
Up link      : 5.925 MHz - 6.425MHz
Down link : 3.700 MHz – 4.200 MHz
2.      EXTENDED C-BAND (Bandwidth 225 MHz)
Digunakan oleh satelit baru di orbit Geostasioner, seperti Palapa C dengan:
Up link      : 6.425 MHz – 6.650 MHz
Down link : 3.400 MHz – 3.625 MHz
3.      K-BAND (Bandwidth 750 MHz)
Digunakan oleh satelit di orbit Geostasioner, seperti Intelsat,Palapa. dengan:
Up link      : 13.750 MHz – 14.500 MHz
Down link : 11.700 MHz – 12.200 MHz (bandwidth 500 MHz)

Pengertian VSAT

VSAT adalah stasiun pemancar yang digunakan untuk komunikasi via satelit berupa data, suara dan sinyal video. VSAT terdiri dari dua bagian, yaitu transceiver yang berada di luar ruangan dan harus berada pada garis lurus denga satelit yang dituju, serta perangkat yang menggunakan komunikasi VSAT seperti komputer atau mesin ATM.

VSAT dalam bahasa Inggris, merupakan singkatan dari (Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.

PROTOKOL


Agar komputer-komputer dalam suatu jaringan dapat berkomunikasi, maka dibutuhkan suatu protocol atau suatu aturan standar komunikasi baik antar komputer maupun antara jaringan komputer, seperti IPX/SPX yang biasa digunakan oleh NOVELL Netware, NETBIOS/NETBEUI biasa digunakn oleh jaringan Microsoft LAN Manager ataupun Microsoft Windows Networking,AppleTalkyang biasa digunakan oleh jaringan komputer Apple Macintosh dan sebagainya. Ada satu peotokol yang dekembangkan oleh DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), dalam pengembangan dari ARPANET dan juga digunakan oleh jarinagan komputer berbasis system operasi UNIX yaitu protocol TCP/IP(Transmision Control Protocol/Internet Protocol ). Protokol TCP/IP ini menjadi standar protokol yang digunakan pada jaringan internet, kerena TCP/IP dikembangkan untuk dapat diterapkan di hampir segala jenis platform kkomputer,biasa dikenal dengan konsep open system.
a.      IP (internet protocol)
Gambaran yang umum tentang TCP/IP adalah gabungan dari dua protokol komunikasi yang diapakai untuk komunikasi data, TCP kepanjangan dari transmissioncontrol-protocol dan IP kepanjangan dari Internet Protocol. Kedua protokol tersebut dipakai untuk menyatakan sekelompok protokol yang memiliki kaitan dengan protokol TCP dan IP seperti User Datagram Protocol (UDP), File Transfer Protocol (FTP), Terminal Emulation Protocol (TELNET), dan lain-lain.
Internet Protocol (IP) adlah mekanisme transmisi yang digunakn oleh TCP/IP yang sifatnya unreliable dan  connectionless. Banyak yang mengistilahkan dengan best effort delivery, artinya bahwa IP menyediakan  no error checking atau tracking. Jika diperlukan reliabilitas maka IP mesti dipasangkan dengan protokol yang reliable misalya TCP.
b.      TCP (Transmission Control Protocol)
TCP merupakan protokol CO virtual-circuit yang setara dengan layer transport. Pengiriman data dilakukan byte demi byte secara asinkron dan stream (mengalir), sehingga pesan disampaikan dalam segmen-segmen (atau paket) berukuran tidak tetap, tidak fixed-size. Dalam pesan tersebut terdapat identifikasi unik pelayanan host berupa nomor (socket). Penerima juga akan memberikan nomor soket yang unik untuk dikembalikan kepada penerima. Diperoleh (srchost, srcport, dsthost, dstport) yang unik untuk sebuah komunikasi pada layer TCP. Komunikasi TCP/IP diperlihatkan pada gambar dibawah ini : 

Berbeda dengan InterNet Protokol (IP), TCP mempunyai prinsip kerja seperti "virtual circuit" pada jaringan telepon. TCP lebih mementingkan tata-cara dan keandalan dalam pengiriman data antara dua komputer dalam jaringan. TCP tidak perduli dengan apa-apa yang dikerjakan oleh IP, yang penting adalah hubungan komunikasi antara dua komputer berjalan dengan baik. Dalam hal ini, TCP mengatur bagaimana cara membuka hubungan komunikasi, jenis aplikasi apa yang akan dilakukan dalam komunikasi tersebut (misalnya mengirim e-mail, transfer file dan sebagainya.) Di samping itu, juga mendeteksi dan mengoreksi jika ada kesalahan data. TCP mengatur seluruh proses koneksi antara satu komputer dengan komputer yang lain dalam sebuah jaringan komputer. 
c.      SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
SMTP merupakan kepanjangan dari Simple Mail Transfer Protocol. SMTP adalah suatu protokol aplikasi yang merupakan sistem pengiriman message/pesan atau e-mail. SMTP dapat mendukung 3 jenis pengiriman pesan:
1.      Pengiriman pesan saja kepada satu atau lebih pengguna
2.      Pengiriman pesan yang termasuk dalamya teks, suara, video, atau grafik.
3.      Pengiriman pesan ke pengguna-pengguna yang diluar jaringan / internet.
Untuk melakukan operasinya SMTP memanfaatkan layanan protokol TCP (lapisan 4) dengan menggunakan alamat port = 25
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) didefiniskan dan digunakan dalam internet intuk mengirmkan electronic mail (e-mail). Alamat pengirim atau penerima menggunakan standard internet termasik nama dan domain user.domain akan diaganti dengan ingormasi uang lain sebagai keterhubungan langsung yang telah dibentuk atu terdapat mesin pembalas dalam path. SMTP menggunakan Domain Name Server untuk semua alamat. Sekalipun e-mail digambarkan akan dapat sampai ketempat tujuan seketika itu juga, kenyataanya tidak sesederhana itu. E-mail internet tergantung juaga pada teknologi” store and forward”, yang  berari pesan-pesan akan ditahan dan disimpan  dalam satu komputer atau lebih sepanjang perjalanan surat tersebut dan deteruskan lagi pada selang waktu yang tetap atau pada saat lalu lintas jaringan memungkinkan. Perlu diketahui bahwa suatu jalur lurus jarang terjadi diantara dua buag komputer mana saja di internet. Mesikipun pesan dikirim dengan kecepatan cahaya dari satu titik ketitik yang lain,mungkin surat tersebut haarus melewati lusinan komputer,jaringan,router, geteway serta perpotongan rute internet lainya dan ada kemungkinan surat itu ditahan sementara pada suatu pengenhentian di sepanjang perjalanannya. Meskipun  deminkian e-mail ini memiliki keandalan yang cukup tinggi dan terhitung sangat cepat, sebab banyak pesan yang dapat mencapai tempat tujuan dalam hitungan menit, dan hanya sedikit diantaranya yang memakan waktu lebih dari beberapa jam.
d.       POP (Post Office Protocol)
POP (Post Office Protocol) dirancang untuk mengirmkan pesan mail dari server ke mesin klien. User yang mempunyai mail menyimpan dalam mail box pada server. User dalam hal ini adalah POP client mengakses pesan yang sisimpan menggunakan POP.menjawab atau membuat mail baru digerakan oleh client yang menyimpannya melalui SMTP. Mail dikirim dari client yang tidak memerlukan host yang lain untuk mengirimkan mail  atau mengirim mail langsung ke penerima jarak jauh.

Arsitektur Protokol

Open system interconnection (OSI), istilah ini mengacu pada standar untuk pertukaran informasi diantara sistem-sistem yang”terbuka” yaitu sistem yang menerapkan standar OSI. Fakta bahwa suatu sistem merupakan sistem yang terbuka tidak berpengaruh terhadap implementasi, teknologi, atau interkoneksi sistem, melainkan berhubungan dengan kesesuaian suatu sistem terhadap standar yang diterapkan. 
Berdasarkan hal ini, ISO (organization for Standarization)telah menspesifikasikan suatu model referensi OSI yang membagi-bagi fungsi komunikasi ke dalam tujuh lapis (layer). Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi karena menggunakan protokol komunikasi. Dalam konteks jaringan (komunikasi data),sebuah protokol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana komputer bertukar informasi melalui sebuah media jaringan. Sebuah protokol mengimplementsikan salah satu atau lebih layer-layer OSI. Setiap layer ditugaskan untuk melaksankan suatu subset dari fungsi komunikasi tertentu yang pada gilirannya diterapkan di dalam suatu data terminal equipment (DTE) yang berkomunikasi dengan DTE yang lain. Setiap layer mengandalkan layer yang ada dibawahnya untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang lebih primitive serta sekaligus menyediakan layanan untuk mendukung layer yang berada diatasnya. Layer-layer ini dirancang agar setiap perubahan yang terjadi di dalam suatu layer tidak mempengaruhi layer yang lainnya. Model Referensi OSI diperlihatkan pada gambar di bawah ini. 




a.      Physical Layer
Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengaktifkan dan mengatur Physical interface jaringan komputer. Pada lapisan ini, hubungan antar interface-interface dari perangkat keras diatur seperti hubungan antara DTE dan DCE. Interface yang didefinisikan pada lapisan ini antara lain 10BaseT, 100BaseTX,V35, X.21 dan High Speed Serial  Interface (HSSI). [2]
b.      Data Link Layer
Lapisan ini mengatur topologi jaringan, error notification dan flow control. Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasikan data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi.
c.       Network Layer
Network Layer berfungsi untuk mengendalikan opersi subnet dengan meneruskan paket-paket dari saru node ke node yang lain dalam jaringan. Masalah desain yang penting adalah bagaimana cara menetukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya.
d.      Transport Layer
Fungsi utama Transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan manjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba disis lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksnakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.
e.       Session Layer
Session Layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Layer ini membuka, mengatur  dan menutup suatu session antara aplikasi-aplikasi.
f.       Presentation Layer
Presentation Layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Selain memberikan sarana-sarana pelayanan untuk konversi, format dan enkripsi data, Presentation Layer juga beberja dengan file berformat ASCII, EBCDIC, JPEG, MPEG, TIFF, PICT, MIDI, dan Quick Time.
g.      Aplication Layer
Lapisan ini memberikan saran pelayanan langsung ke user, yang berupa aplikasi-aplikasi dan mengadakan komunikasi dari program ke program. Jika kita mencari suatu file dari file server unruk digunakan sebagai aplikasi pengolah kata, maka proses ini bekerja melaui layer ini. Demikian pula ketika melakukan  pengiriman email, browse, ke internet, chatting, membuka telnet session, atau menjakankan FTP, maka semua proses tersebut dilaksanakan di layer ini.

Jaringan Komunikasi Data



Jaringan komunikasi dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbentuk dari interkoneksi fasilitas-fasilitas yang dirancang untuk membawa trafik dari beragam sumber telekomunikasi.
Suatu jaringan terdiri dari link dan node. Istilah node digunakan untuk merepresentasikan sentral, junction  atau keduanya. Istilah link digunakan untuk merepresentasikan kabel, peralatan transmisi, dan sebagainya. Sedangkan trafik adalah informasi yang terdapat di dalam jaringan, yang mengalir melalui link dan node.            
Suatu jaringankomunikasi merupakan sumber daya yang dapat dipakai secara bersamaan (shared) oleh sejumlah end user untuk berkomunikasi dengan user lain yang likasinya berjauhan. Tidak semua user menggunakan jaringan pada waktu yang bersamaan, oleh karena itu merupakan suatu hal yang logis apabila sumber daya jaringanyang sangat penting ini dipakai bersama-sama. Penggunaan sumber daya secara bersamaan ini melahirkan konsep sentral. Berikut beberapa tipe jaringan Komunikasi:
a.     LAN (Local Area Network)
LAN digunakan untuk menghubungkan komputer yang berada di dalam suatu area yang kecil, misalnya di dalam suatu gedung perkantoran atau kampus. Jarak antar komputer yang dihubungkan bias mencapai 5 sampai 10 km. Suatu LAN biasnya bekerja pada kecepatan mulai 10 Mbps sampi 100 Mbps. LAN menjadi populer karena memungkinkan banyak pengguna untuk memakai sumber daya yang dapat digunakan itu misalnya suatu mainframe, file server, printer, dan sebagainya.
b.    MAN (Metropolitan Area Network)
MAN merupakan suatu jaringan yang cakupannya meliputi suatu kota. MAN menghubungkan LAN-LAN yang lokasinya berjauhan. Jangkauan MAN mencapai 10 km sampai beberapa ratus km. Suatu MAN biasanya bekerja pada kecepatan 1,5 sampai 150 Mbps.
c.    WAN (Wide Area Network)
WAN dirancang untuk menghubungkan komputer-komputer yang terletak pada suatu cakupan geografis yang luas,seperti hubungan dari suatu kota ke kota yang lain didalm suatu Negara. Cakupan WAN bias meliputi 100 km sampai 1.000 km, dan kecepatan antar kota bias bervariasi antara 1,5 Mbps sampai 2,4 Gbps. Dalam WAN, biaya untuk peralatan untuk transmisi sangat tinggi,dan biasanya jaringan WAN dimiliki dan dioperasikan sebagai suatu jaringan public.
d.    GAN (Global Area Network)
GAN merupakan suatau jarinagn yang menghubungkan Negara-negara diseluruh dunia. Kecepatan GAN bervariasi mulai dari 1,5 Mbps sampai dengan 100 Gbps dan cakupannya mencakupi ribuan kilometer.

Model Komunikasi Data


Komunikasi data berkaitan dengan pertukaran data diantara dua perangkat yang terhubuang secara langsung yang memungkinkan adanya pertukaran data antar kedua pihak. gambar di bawah ini menggambarkan proses komunikasi data.
1.      Source (sumber) : Alat ini membangkitkan data sehingga dapat ditransmisikan, contoh telepon, Personal Computer (PC)
2.      Transmitter (pengirim): Biasanya data yang dibangkitkan dari sister sumber tidak ditransmisikansecara langsung dalam bentuk aslinya. Sebuah transmitter cukup memindah dan menandai informasi dengan cara yang sama seperti sinyal-sinyal elektromagnetik yang dapat ditransmisikan melewati beberapa sistem transmisi berurutan.
3.      Sistem transmisi : Berupa jalur transmisi tunggal (single transmission)atau jarinagn komplek(complex network)yang menghubungkan antara sumber dengan tujuan (destination).
4.      Tujuan (destination) : menangkap data yang dihasilkan oleh receiver


Komunikasi Data


Komunikasi data adalah proses pengiriman informasi diantara dua titik menggunakan kode biner melewati saluran transmisi dan peralatan switching dapat terjadi antara komputer dengan komputer, komputer dengan terminal atau komputer dengan peralatan. Komunikasi data merupakan gabungan dari teknik telekomunikasi dengan teknik pengolahan data.

Adapun tujuan dari komunikasi data adalah sebagai berikut :
1.     Memunkinkan pengiriman data dalam jumalh besar efisien, tanpa kesalahan dan ekomis dari suatu tempat ketempat yang lain.
2.   Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan perlatan pendukung dari jarak jauh (remote computer use).
3.  Memungkinkan penggunaan komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik desentralisasi ataupu sentralisasi.
4.  Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagai mcam sistem komputer.
5.      Mengurangi waktu untuk pengelolaan data.
6.      Mendapatkan da langsung dari sumbernya.
7.      Mempercepat penyebarluasan informasi.