Setel Angin Karburator Jika Beda Ketinggian


Doni, bikers yang tinggal di Puncak, Jawa Barat tapi kerja di Jakarta. Doi kerap servis engine pacuannya di Jakarta. Alasannya, karena punya kenalan bengkel tetap di Ibukota yang bisa bikin motornya punya akselerasi istimewa.

Seusai servis dan motor dipakai beraktivitas di Jakarta, tidak ada kendala. Tetapi, ketika dipakai berkendara di kawasan puncak, dari knalpot kerap timbul suara ledakan alias nembak. Terutama, ketika menutup habis gas.

"Itu bisa disebabkan AFR (Air Fuel Ratio) berubah. Campuran udara dan bahan bakar berubah karena udara semakin tipis di dataran tinggi. Ini membuat pembakaran tak sempurna,” jelas Endro Sutarno, Technical Training Development PT Astra Honda Motor (AHM).

Memang! Antara Puncak dan Jakarta, punya perbedaan ketinggian. Puncak dataran tinggi, sedang Jakarta dataran yang lebih rendah. Tentunya, perbedaan ini menimbulkan tekanan udara yang berbeda juga.

Agar pembakaran kembali sempurna, tentu udara yang masuk ke karburator juga kudu diseting ulang. Bisa lewat putaran air screw di karburator. "Jadi, campuran tidak kaya dan menyebabkan terjadinya after fire (pembakaran yang terjadi di pipa knalpot),” timpal Slamet, Instruktur Yamaha Engineering School (YES).

Selain membuat udara yang masuk ditambah, agar pembakaran sempurna juga bisa lewat pakai tipe busi panas. Busi yang lebih panas, bisa membakar campuran yang lebih kaya. Jadi, gak nembak tuh!




Sumber : motorplus.otomotifnet.com
Posting Komentar